Bisnis Jatim

Pemprov Jatim Gelontorkan 600 Juta Rupiah Untuk Penanganan Kekeringan

Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur membuat Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian akan membuat cekungan atau embung untuk menampung dan melakukan pengaturan suplai pasokan air ke sejumlah daerah di Jatim.
“Kami telah mengalokasikan anggaran untuk membuat dam, parit atau embung juga untuk pembuatan sumur air tanah dangkal, “kata Wibowo Ekoputro, Kepala Dinas Pertanian Jatim pada Senin (10/08/15).

Walaupun nantinya tidak mesti membuat seluruhnya tapi tinggal menyeleraskan kebutuhan yang ada di tiap daerah yang mengalami kekeringan.

Alokasi dana untuk membangun embung tersebut menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus) 2015 senilai 600 juta rupiah sebagai langkah untuk mengatasi musim kemarau yang lumayan panjang pada tahun ini.

Pembuatan cekungan ini juga untuk meredakan kegelisahan masyarakat akan ketersediaan air untuk konsumsi ataupun untuk mengairi lahan pertanian mereka agar tetap produktif.

master tukang

Dia juga mengatakan kurang lebih sekitar 22.126 hektare lahan pertanian yang ada di Jatim terkena dampak kekeringan, tapi dapat diyakinkan jika hal ini tidak berdampak pada panen padi.

“Tetapi embung kali berbeda dengan yang embung yang dibuat oleh Pemprov karena embung kali ini diperuntukan untuk pertanian. Sehingga diharapkan nantinya pembangunan sumber mata air baru dapat menambah jumlah persediaan air ketika musim kemarau datang,”katanya.

Fakta lain juga diungkapkan oleh Nur Falakhi, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim yang menyebutkan jika saat ini ada 809,1 hektare jumlah lahan pertanian di Jawa Timur yang dalam keadaan puso. Tetapi jumlah ini masih terbilang sedikit karena jumlah lahan pertanian di Jatim mencakup hingga 1.177.169 ha.

Falakhi juga menyebutkan jika saat ini sejumlah sawah di Jatim mengalami kekeringan seperti di Gresik (239 hektare), Mojokerto (8 hektare), Kediri (2,1 hektare), Bojonegoro (283 hektare), Pacitan (28,8 hektare), Magetan (76,5 hektare), Sampang (37 hektare), Lamongan (80 hektare), Madiun (9 hektare), Sumenep (20 hektare), serta Ngawi (25,7 hektare).

 

Comments

comments

Tags

Wulandari

Wulandari Adalah Kontributor Penulis di Radar Jatim. Radar jatim merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Jawa Timur. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker