Bisnis Jatim

Mulai Hari Ini Tarif Bus AKDP di Jatim Mengalami Kenaikan

Mulai Hari Ini Tarif Bus AKDP di Jatim Mengalami Kenaikan. Pengguna bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKPD) hari ini dipastikan akan merogoh kocek lebih dalam lagi karena Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Jatim sepakat untuk menggunakan tarif batas atas untuk seluruh jenis bus AKDP akan berlaku tarif batas atas.

Wakil Ketua Umum DPD Organda Jatim, Firmansyah Mustafah mengungkapkan bahwa keputusan untuk menaikkan tarif tersebut karena harga berbagai komponen spare part telah mengalami kenaikan cukup tinggi. Di tahun 2013 saja, kenaikan sudah terjadi dua kali.

“Misalkan harga ban dengan spesifikasi tertentu mengalami kenaikan dua kali, dari harga Rp1,9 juta menjadi Rp2,1 juta dan kenaikan kedua menjadi Rp2,3 juta. Padahal satu bus butuh sekitar 6 ban plus ban ganti atau ban serep. Belum spare part lainnya” ujarnya.

Sementara tarif bus sejak empat tahun yang lalu belum pernah mengalami kenaikan. Sehingga rapat DPD Organda pada pertengahan minggu ini yang dihadiri oleh sekitar 40 pengusaha bus bersepakat untuk menggunakan hak mereka untuk menerapkan tarif batas atas. Saat ini, tarif batas bawah per kilometer sekitar Rp85 per orang, sementara tarif atas atas. Mencapai Rp195 per orang per kilometer.

master tukang

Tarif bus ekonomi Surabaya – Malang misalnya dari Rp9000 hingga 10.000, besok akan menjadi Rp11.500. Sementara tarif bus patas Surabaya – Malang menjadi Rp23.000 dari saat ini yang hanya Rp20.000 per orang. “Kenaikan ini hanya untuk bus penumpang. Sementara untuk angkutan barang masih belum mengalami kenaikan,” katanya.

Ketua Umum DPD Organda Jatim, Mustafah menyatakan bahwa pemberlakuan tarif batas atas tersebut sudah berdasar kesepakatan dan evaluasi selama tiga tahun terakhir hingga penetapan kenaikan BBM diberlakukan. “Malah sebenarnya, kami bisa memungut sampai Rp 25.000 untuk sekali jalan. Tapi, untuk sementara itu dulu, sambil menunggu penetapan pasti dan kondisi lapangan,” ulasnya.

Ketika disinggung soal kenaikan harga BBM apakah nanti akan mengerek tarif lebih tinggi lagi, baik Mustafah maupun Firmansyah berharap akan ada penyesuaian lagi oleh pemerintah. Karena yang menentukan naik tidaknya tarif adalah pemerintah. “Kami sebagai operator tidak bisa seenaknya menaikkan harga karena itu diatur oleh pemerintah. Harapan kami sih pemerintah mau merevisi dan melakukan penyesuaian tarif,” tandasnya.(kbc/editor: said)

Comments

comments

Tags

Radar Jatim - Berita Jatim

Radarjatim.com dikelola oleh komunitas Blogger Kecamatan Bangilan - Tuban. Berupaya menyajikan informasi Jawa Timur terkini, Berimbang, Kritis, dan Peduli. Untuk kontak kerjasama via email di [email protected]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker