Thursday, November 22, 2018
Home / Pilgub Jatim 2018 / Ini Rahasia Khofifah-Emil Memenangi Pilgub Jatim 2018

Ini Rahasia Khofifah-Emil Memenangi Pilgub Jatim 2018

Ini Rahasia Khofifah-Emil Memenangi Pilgub Jatim 2018. Setelah 10 tahun menunggu, Khofifah akhirnya memenangkan duel El-clasico dengan kompatriotnya Gus Ipul. Kemenangan khofifah kali ini didukung oleh banyak faktor, selain figus khofifah yang cukup kuat juga bergeraknya mesin relawan secara optimal.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memandang pertarungan antara Khofifah Indar Parawansa dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pada Pilkada Jawa Timur cenderung bersifat tradisional.

Menurut peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby, salah satu aspek pertarungan di Pilkada Jatim adalah antara golongan nahdliyin dan nasionalis.

“Jatim itu pertarungan yang sifatnya tradisional antara Khofifah-Gus Ipul,” kata Adjie di Kantor LSI Denny JA di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

master tukang

Adjie menuturkan, faktor citra atau image petahana tidak terlalu kuat melekat pada Gus Ipul. Padahal, Gus Ipul merupakan petahana Wakil Gubernur Jatim.

Namun demikian, citra Gus Ipul sebagai petahana yang memiliki pengalaman dapat disaingi oleh citra Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Khofifah pernah menduduki jabatan Menteri Sosial.

Selain itu, pada Pilkada lima tahun silam, selain Gus Ipul, ada sosok Soekarwo yang memiliki pengaruh di basis nasionalis. Sehingga, kala itu terbentuk kombinasi dukungan yang besar, yakni nahdliyin dan nasionalis.

Akan tetapi, pada Pilkada kali ini, dukungan basis nahdliyin terbagi pada Khofifah dan Gus Ipul. Namun, terkait dukungan dari basis nasionalis, sosok Emil Dardak cukup berperan dalam menyedot suara. “Hasil pengamatan kami, Emil bisa menarik pemilih meskipun PDI-P mendukung Gus Ipul. Puti (Guruh Soekarno) tidak mampu mengambil kantong suara nasionalis,” sebut Adjie.

Salah satu kunci kemenangan Khofifah dalam Pilkada Jatim, imbuh Adjie, adalah ia secara personal kuat di basis Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Khofifah juga unggul secara gender, yakni pada basis pemilih perempuan yang memiliki kecenderungan lebih loyal.

Faktor lainnya adalah Emil dapat mendongkrak perolehan suara Khofifah ketimbang peran Puti dalam mendongkrak suara Gus Ipul pada kantong nasionalis.

Hasil hitung cepat atau quick count LSI Denny JA menunjukkan pasangan Khofifah-Emil memenangkan Pilkada Jatim dengan perolehan suara 54,29 persen. Sementara itu, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno memperoleh 45,71 persen suara.

 

Khofifah Berterimakasih Pada Relawan

Unggul dalam hitung cepat Pilgub Jatim 2018, paslon nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para relawan. Khofifah mengaku peran relawan sangat berpengaruh meskipun mereka tidak dibayar.

“Jadi saya sangat berterima kasih sekali kepada para relawan. Saya ingat kalau ke pasar jam 03.00 dini hari, mereka sudah menyiapkan dari jam 12 malam. Kalau saya ke pasar jam 7, mereka stand by dari jam 5 meskipun tak dibayar,” ujar Khofifah saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Rabu (27/6/2018).

Tak lupa, Khofifah juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah membangun demokrasi yang baik di Jatim.

Comments

comments

About Radar Jatim - Berita Jatim

Radarjatim.com dikelola oleh komunitas Blogger Kecamatan Bangilan - Tuban. Berupaya menyajikan informasi Jawa Timur terkini, Berimbang, Kritis, dan Peduli. Untuk kontak kerjasama via email di [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *