Thursday, August 24, 2017
Home / Tekno / Rahasia Kunci kekebalan Bakteri
iklan elite door

Rahasia Kunci kekebalan Bakteri

Rahasia Kunci kekebalan Bakteri. Ternyata, perang sengit bukan hanya milik kawasan Timur Tengah. Tanpa disadari, bakteri dan virus berlomba-lomba menguasai organisme yang nantinya menjadi inang mereka. Siapa yang bakal menang? Jawaban sementara, bakteri lah yang jadi pemenang.

Pertanyaan tersebut terjawab berkat temuan terkini terkait kinerja sistem kekebalan bakteri. Dr. Raymond Staals, seorang ilmuwan dari University of Otago, dan timnya mendapati bahwa kompleks pengendali dalam sistem kekebalan bakteri mampu mengarahkan pada titik-titik tertentu RNA. Kemampuan targeting ini akan mempermudah bakteri menghancurkan virus dan elemen genetik asing lainnya.

Sebagaimana diketahui, RNA merupakan molekul yang bertindak sebagai penerjemah instruksi genetik DNA menjadi serangkaian mekanisme produksi protein, yang merupakan blok pembangun sel-sel tubuh. Dr. Staals mengklaim bahwa temuannya itu akan menghantarkan pada pengembangan piranti penyunting RNA.

Cukup dengan mengadopsi mekanisme targeting, maka para ilmuwan akan lebih mudah dalam mengendalikan mikroba-mikroba dalam berbagai keperluan: mulai dari membersihkan lingkungan alias environmental clean-up; mewujudkan mekanisme kimia-hijau atau green chemistry; dan produksi obat yang lebih aman dan efektif.

master tukang

Dalam papernya yang dipublikasikan oleh jurnal ilmiah Science, Dr. Staals dan rekan-rekannya melampirkan gambar struktural beresolusi tinggi dari kompleks kontrol bakteri Type III CRISPR-Cas yang terhubung dengan RNA targetnya. Ilustrasi tersebut begitu jelas hingga terlihat bagaimana mekanisme targeting atau pengarahan dalam kompleks tersebut bekerja. Dr. Staals, yang berasal dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi University of Otago, mengatakan bahwa kompleks kontrol bakteri akan mengenali dan menyasar molekul RNA tunggal di berbagai lokasi sehingga bakteri mampu menghancurkan materi genetik virus sebelum sel-selnya dibajak.

“Gambarannya seperti jari tangan yang mencengkeram benda, dimana yang menjadi benda di sini adalah RNA target. Lalu, ada satu struktur yang mirip jempol, yang menekan RNA tersebut ke posisi yang tepat di titik katalitik untuk kemudian dihancurkan,” lanjut Dr. Staals. Rupanya Dr. Staals dkk tak berhenti sampai di sini. Dari gambaran struktural yang mereka peroleh, mereka yakin kalau mekanisme pengarahan RNA ini dapat diterapkan untuk keperluan interferensi RNA.

Interferensi RNA merupakan sebuah mekanisme alami yang melibatkan serangkaian pengaturan ekspresi gen. Mekanisme ini menjanjikan revolusi di berbagai area seperti kedokteran, dimana gen-gen tertentu di jaringan yang sakit dapat dimatikan secara selektif. Dr. Staals percaya bahwa temuannya bisa diadopsi untuk mengatasi penyakit secara efektif dan aman.

*) Farid Solana adalah CEO SOGA Consulting Alumni Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung . Ia dapat dihubungi melalui email [email protected]

Comments

comments

About Radar Jatim - Berita Jatim

Radarjatim.com dikelola oleh komunitas Blogger Kecamatan Bangilan - Tuban. Berupaya menyajikan informasi Jawa Timur terkini, Berimbang, Kritis, dan Peduli. Untuk kontak kerjasama via email di [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *