Saturday, December 16, 2017
Home / Agrobisnis / Peternakan / Kurangi populasi ayam untuk jaga fluktuasi Harga Ayam Di Jatim
iklan elite door

Kurangi populasi ayam untuk jaga fluktuasi Harga Ayam Di Jatim

Harga komoditas daging ayam yang cenderung fluktuatif belakangan ini membuat pemerintah memikirkan rencana baru untuk menstabilkan harga di pasaran. Salah satu rencana yang akan ditempuh pemerintah yaitu dengan melakukan pengurangan populasi ayam atau cut off sebanyak 30% terhadap day old chicken (DOC) bibit ayam.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menggenjot harga ayam di pasaran yang diharapkan dapat menjadi seimbang. Timbale baliknya, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur Hidayat Tur Rahman menjelaskan harga ayam terutama ayam boiler pada 2014 sangat jatuh akibat terlalu banyak pasokan ayam.

Jumlah pasokan ayam memuncak hingga 44 juta ekor per minggu. Angka ini naik tajam disbanding jumlah rata-rata konsumsi di Indonesia yang lebih tepat berkisar 32 juta ekor per minggu. Sementara tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia masih sangat rendah yakni 3 Kg – 4 Kg per kapita per tahun.

Sedangkan konsumsi telur hanya 8 Kg per kapita per tahun. “Di negara-negara tetangga konsumsi ayam dan telur sudah 15 Kg per kapita per tahun,” lanjutnya. Dengan demikian, akan diupayakan pegurangan populasi agar terjadi keseimbangan antara jumlah penawaran dengan daya beli masyarakat sehingga baik tidak ada yang dirugikan baik pihak penjual maupun pembeli.

master tukang

“Diharapkan kalau ada pengurangan populasi tetapi tidak dalam. Suplai dan demand harus dijaga, bagaimana agar konsumen tetap bisa membeli dan peternak tidak rugi,” katanya Minggu (2/8/2015).

Dia mengatakan kelebihan populasi ayam yang terjadi tahun lalu cukup merugikan peternak karena harganya rendah. Meski sempat jatuh hingga di bawah Rp. 14. 000 per kg, tetapi tahun ini harga ayam berangsur naik.

Saat ini harga ayam boiler sekitar Rp. 19. 000 per kg, sedangkan karkas (daging ayam) mencapai Rp. 35. 000 – Rp. 36. 000 per kg. “Seminggu sebelum lebaran harga cenderung naik, tapi setelah itu turun sedikit-sedikit. Idealnya, harga pokok peternak (HPP) adalah Rp. 16. 000 – Rp. 17. 000 per kg, dan jangan sampai jatuh lagi,” ujarnya.

Comments

comments

About Wulandari

Wulandari Adalah Kontributor Penulis di Radar Jatim. Radar jatim merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Jawa Timur.

Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *